Seorang suami di Kabupaten Sleman bernama Hogi Minaya (44 tahun) ditetapkan sebagai tersangka kecelakaan lalu lintas oleh kepolisian. Padahal, Hogi berniat membela istrinya, Arsita Minaya (39 tahun), yang menjadi korban jambret di jalan raya.
Hogi berusaha menghentikan dua penjambret bermotor dengan mobilnya. Sempat terjadi aksi saling pepet. Nahas, sepeda motor penjambret menabrak tembok dan keduanya tewas di tempat.
Arsita menceritakan peristiwa yang terjadi pada 26 April 2025 itu. Pagi hari, Arsita yang beralamat di Kapanewon Kalasan hendak mengirim jajanan pasar pesanan sebuah hotel.
Arsita dan Hogi berbagi tugas berbelanja. Arsita mengendarai sepeda motor untuk berbelanja di Pasar Pathuk, sementara Hogi berbelanja ke Pasar Berbah menggunakan mobil.
“Karena suami saya sekalian siap-siap kerja, makanya saya minta tolong suami itu ambil yang di Berbah yang lebih dekat. Saya yang naik motor ke Pasar Pathuk,” kata Arsita melalui sambungan telepon.
Keduanya kemudian mengantarkan jajanan pasar ke sebuah hotel di Jalan Laksda Adisucipto, Kabupaten Sleman.
Saat berada di atas Jembatan Layang Janti, sepeda motor Arsita dan mobil Hogi bertemu. Keduanya lalu berjalan beriringan menuju hotel.
Sesampainya di Jalan Laksda Adisucipto, dua penjambret datang dengan mengendarai sepeda motor.
“Saya dijambret dari sebelah kiri. Karena tas saya di sebelah kiri. Awalnya saya kira begal payudara karena lagi viral,” katanya.
Kejadian berlangsung sangat cepat, hanya beberapa detik. Saat Arsita menengok, tasnya sudah raib. Pelaku menggunakan pisau cutter untuk memutus tali tas.
“Spontan saya teriak jambret,” katanya.
Hogi yang sedang menyetir mobil kemudian mencoba memepet motor penjambret dengan harapan pelaku berhenti dan mengembalikan tas Arsita.
“Untuk memberhentikan (jambret) karena suami saya tahu di tas isinya nota-nota penting penjualan,” katanya.
Saat dipepet, motor penjambret sempat naik ke trotoar. Hogi kembali ke kanan, motor penjambret turun lagi ke jalan. Hogi kembali memepet agar penjambret segera berhenti.
“Dipepetnya itu sampai tiga kali sama suami,” katanya.
Di dalam mobil, Hogi merasa tidak ada kontak langsung dengan motor penjambret. Namun, setelah dilihat, terdapat baret di mobil bekas bersenggolan dengan setang sepeda motor.
“Yang terakhir itu pas dipepet suami saya itu, dia (jambret) sudah naik ke trotoar dengan kecepatan tinggi, tidak bisa menguasai motornya, lalu nabrak tembok,” katanya.
“Motor dan jambretnya itu terpental, bahkan yang satu itu masih pegang cutter pada waktu posisi tengkurap,” ujarnya.
Kasus pidana penjambretan tidak dapat dilanjutkan karena kedua pelaku telah meninggal dun...

4 days ago
13





















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5438274/original/083064300_1765278633-WhatsApp_Image_2025-12-09_at_17.44.57.jpeg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5084452/original/033272000_1736326442-image.jpg)


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5445907/original/092174600_1765867826-BASKET_ADHIB.jpg)









:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5436370/original/097242900_1765169457-dante_GLP-1.jpeg)