Stres Masa Kecil Berisiko Merusak Kesehatan Fisik dan Otak Secara Permanen

1 day ago 2
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Stres Masa Kecil Berisiko Merusak Kesehatan Fisik dan Otak Secara Permanen Ilustrasi(freepik)

SELAMA ini stres sering dianggap sebagai beban eksklusif orang dewasa. Namun, penelitian terbaru dari University of California, San Francisco (UCSF) mengungkap fakta mengkhawatirkan: stres yang dialami sejak dalam kandungan hingga masa remaja dapat mengubah struktur otak dan merusak sistem fisik anak jauh sebelum mereka menginjak usia dewasa.

Tekanan dari konflik keluarga, perundungan (bullying), kemiskinan, hingga lingkungan yang tidak aman bukan sekadar masalah perasaan. Hal ini memicu proses yang disebut ilmuwan sebagai "penanaman biologis," di mana sinyal stres meninggalkan jejak permanen pada cara organ dan sistem tubuh bekerja.

Bagaimana Stres "Masuk" ke Dalam Tubuh

Ketika anak mengalami stres intens secara terus-menerus, tubuh dipaksa untuk terus dalam kondisi siaga tinggi. Kondisi ini menciptakan keausan sistemik yang disebut allostatic load. Beban ini meningkatkan risiko asma, obesitas, gangguan tidur, hingga gangguan kecemasan pada anak-anak.

Hasil pemindaian otak menunjukkan stres kronis dapat mengubah struktur otak. Area yang mengatur memori, kontrol emosi, dan pengambilan keputusan cenderung lebih kecil pada anak-anak yang terpapar tekanan terus-menerus. Akibatnya, kecepatan belajar dan kinerja sekolah mereka pun terdampak.

Dr. Nicki Bush, profesor psikiatri dan pediatri di UCSF, menegaskan kesehatan mental dan fisik anak tidak bisa dipisahkan.

"Sudah terlalu lama penelitian tentang stres masa kanak-kanak memandang kesehatan fisik dan mental sebagai hal yang terpisah. Namun, jika kita ingin membuat perbedaan nyata bagi kehidupan anak-anak, kita perlu memikirkan kembali bagaimana stres berdampak pada kesehatan anak secara keseluruhan," ujar Dr. Bush.

Kehamilan hingga Remaja

Stres tidak memengaruhi semua usia dengan cara yang sama. Ada jendela waktu di mana anak sangat sensitif terhadap tekanan:

  • Masa Kehamilan: Stres pada orang tua dapat memengaruhi perkembangan janin melalui sinyal hormon dan regulasi gen.
  • Masa Balita: Pertumbuhan otak yang pesat membuat pengabaian atau pola asuh yang tidak stabil berdampak sangat kuat pada regulasi emosi.
  • Masa Remaja: Perubahan hormon pubertas dan reorganisasi otak membuat remaja rentan terhadap gangguan kecemasan jika terpapar stres berat.

Peran Orangtua sebagai "Peredam" Stres

Kabar baiknya, dampak buruk stres bisa diredam. Lingkungan yang mendukung dan pola asuh yang hangat serta responsif bertindak sebagai pelindung bagi perkembangan anak. Dr. Alexandra Sullivan dari UCSF menekankan pentingnya menjaga kesehatan mental pengasuh sama besarnya dengan kesehatan anak itu sendiri.

"Upaya untuk membantu mendukung ikatan pengasuh dan anak, serta meningkatkan kesehatan mental bagi orang dewasa dan anak pada periode prenatal dan postnatal, dapat memberikan dampak yang mendalam lintas generasi," kata Dr. Sullivan.

Urgensi Tindakan Dini

Para peneliti sepakat menunggu hingga anak menjadi dewasa untuk menangani dampak stres adalah sebuah kesalahan besar. Intervensi harus dilakukan sedini mungkin melalui program pengasuhan, dukungan kesehatan mental di sekolah, hingga kebijakan publik yang mendukung kesejahteraan keluarga.

"Jangan menunggu sampai orang dewasa terkena penyakit jantung, kanker, atau berakhir di penjara atau di jalanan untuk bertanya apakah stres masa kanak-kanak memengaruhi hasil hidup mereka," tegas Dr. Bush.

Penelitian komprehensif ini telah diterbitkan dalam jurnal Annual Review of Psychology. (Earth/Z-2)

Read Entire Article