Ribuan IUP Bermasalah Dicabut, Pakar Nilai Tata Kelola Tambang Sudah Tepat

1 month ago 17
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Ribuan IUP Bermasalah Dicabut, Pakar Nilai Tata Kelola Tambang Sudah Tepat Tambang pasir di kaki Gunung Galunggung.(Dok. Antara)

KEBIJAKAN pemerintah dalam mengevaluasi dan mencabut Izin Usaha Pertambangan (IUP) dinilai sebagai langkah tegas yang menciptakan kepastian hukum dan sejalan dengan prinsip keberlanjutan. Penertiban sektor Mineral dan Batubara (Minerba) ini menjadi penegasan komitmen negara dalam memastikan sumber daya alam tidak merusak lingkungan dan berkontribusi optimal pada ekonomi.

Ekonom Universitas Persada Bunda Indonesia, Riyadi Mustofa, menekankan bahwa penertiban izin yang dilakukan adalah langkah krusial untuk menciptakan kepastian bagi investor yang patuh.

"Semua perizinan yang kewenangannya di pusat harus melakukan integrasi perizinan. Dalam proses integrasi itu seluruh perizinan dievaluasi: layak dilanjutkan atau tidak," kata Riyadi melalui keterangannya, Sabtu (29/11).

Ia menambahkan, bagi perusahaan yang taat aturan, keberlanjutan usaha mereka terjamin karena telah melewati persetujuan lingkungan dan melibatkan masyarakat dalam proses Amdal.

Senada, pakar kebijakan publik Universitas Sriwijaya (UNSRI), Andries Lionardo, setuju bahwa arah kebijakan sektor Minerba sudah menuju perbaikan. Menurutnya, arah perbaikan tersebut harus mencakup keseimbangan kepentingan antara pengusaha, rakyat, dan daerah penghasil.

"Saya melihat tata kelola ini memang sudah mulai diperbaiki oleh pemerintah. Arah kebijakan sudah ke sana," jelas Andries.

Sementara itu, Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Wardana menilai kebijakan evaluasi IUP secara berkala, misalnya setiap 10 tahun, adalah langkah yang tepat. "Ini waktu yang realistis untuk memastikan tambang berjalan dengan benar dan berkelanjutan," tuturnya.

Pakar komunikasi publik Universitas Riau (UNRI), Chelsy Yesicha, turut mengingatkan bahwa fokus utama pemerintah harus selalu pada dampak lingkungan dan masyarakat. Ia mendorong agar langkah evaluasi izin, pencabutan IUP bermasalah, dan pengetatan pengawasan terus dilanjutkan untuk mengembalikan kepercayaan publik.

Pencabutan IUP Bermasalah

Tindakan penataan tata kelola tersebut dilakukan pemerintah melalui Satuan Tugas Penataan Penggunaan Lahan dan Penataan Investasi, yang saat itu dipimpin oleh mantan Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia.

Bahlil menegaskan bahwa timnya telah mencabut lebih dari 2.000 IUP yang dinilai bermasalah, tidak beroperasi, atau tidak memenuhi kewajiban. Tindakan ini merupakan bagian dari upaya negara untuk memastikan sumber daya alam digunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, sesuai amanat UUD 1945.

"Izin-izin yang kami cabut ini adalah izin-izin yang tidak beroperasi. Kami sudah mencabut lebih dari 2.000 IUP," tegas Bahlil.

Ia merinci bahwa izin yang dicabut bervariasi, mulai dari yang tidak melakukan eksekusi di lapangan meskipun Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) sudah terbit, tidak membuat Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB), hingga izin yang sengaja dijual kembali oleh pemegang konsesi.

"Pencabutan izin ini tanpa melihat ini punya siapa atau ini punya siapa, enggak. Kita tertib. Aturan berlaku untuk seluruh orang, tidak untuk satu kelompok orang tertentu," tutupnya, menegaskan konsistensi penegakan hukum. (H-3)

Read Entire Article