Renungan Awal Pekan (1)

2 hours ago 1
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Menjelang pagi di tol Cipularang. Photo: Dokumentasi Pribadi

Minggu sore bukan sekadar senja menjelang malam bagi kaum pekerja di perkotaan. Namun memiliki makna yang dalam karena menyadari bahwa betapa dekatnya mereka dengan Senin awal pekan yang mengaum di depan mereka.

Membayangkan hari-hari yang akan dilalui dengan deadline pekerjaan, ocehan bos, gunjingan rekan sejawat, serta wajah-wajah bermuka dua, maka hari-hari selanjutnya adalah vonis.

Sejak kerja dipersepsikan sebagai rutinitas Senin ke Jum'at dengan waktu jam delapan pagi sampai jam lima petang, maka minggu sore seakan momok memasuki gerbang pertaruhan lima hari kerja.

Mungkin tidak semua namun hampir mayoritas memaknai pekerjaan sebagai hukuman eksistensial manusia, membosankan, dan hidup yang sangat mekanik. Manusia modern seakan bagian dari fungsi pabrik yang harus terus berputar.

Kaum Pekerja seakan masih membawa penat dari pekan sebelumnya dan belum luruh segala masalah, pekan yang baru tiba begitu cepat. Weekend hanyalah persinggahan waktu untuk kembali menjalani hari-hari yang membosankan.

Datang di Jum'at menjelang malam menawarkan angan-angan membahagiakan, meski pada akhirnya dijadikan waktu rebahan dengan handphone yang tak pernah lepas dari genggaman.

Hidup memang seringkali melahirkan paradoksal atau manusia saja yang tidak mampu menenun makna dari perjalanan hidup namun yang pasti, pilihan-pilihan hidup ada dalam keputusan manusia.

Manusia modern adalah mereka yang dengan serangkaian persoalan diri, kelelahan eksistensial, bertarung dengan pikiran-pikiran yang setiap saat bergerak begitu cepat, mengumpulkan uang selama sebulan lalu menghabiskannya hanya untuk keinginan artisial.

Pernahkah kita berusaha menjauh dari kerumunan, memilih kedai kopi yang tidak populer kemudian memikirkan bahwa apakah semua ini sesuatu yang given?

Rutinitas kerja ala karyawan, buruh, dan pekerjaan yang ditentukan jadwalnya bukan kondisi yang alamiah, namun lahir dari proyeksi manusia akan apa yang mereka percayai sebagai dunia modern.

Jauh sebelum mesin-mesin ditemukan, sebelum pabrik didirikan, manusia bekerja dengan kebebasan dan merupakan tindakan manusia yang eksistensial karena mengandung nilai rasional, universal dan otonom.

Manusia sebelum lahirnya mesin-mesin adalah manusia otonom dengna dirinya. Mereka bekerja sesuai kebutuhan tanpa harus diatur dari berbagai hal mulai dari ujung rambut sampai sepatu.

Rambut harus disisir belah pinggir, kemeja licin dengan aroma parfum murahan, stelan celana, serta sepatu fantopel yang mengkilat.

Kerja bukan keadaan yang dipaksakan, sebagaimana yang digambarkan dengan sangat presisi oleh Seno Gumira Ajidarma dalam puisinya berjudul Menjadi Tua di Jakarta:

Jakarta adalah metaforik dari ruang yang memenjarakan manusia modern dalam sistem yang disebut sebagai pekerjaan. Manusia tidak lagi dinilai dari kemanusiaannya tetapi seberapa banyak produk yang mereka hasilkan untuk bahan bakar sistem.

Kerja bukan lagi menjadi aktivitas sadar dan produktif yang lahir dari setiap individu, tetapi kerja menjadi rumah pasung bagi jiwa-jiwa yang sedang menderita kecemasan, butuh validasi, ketakutan tidak mampu membayar cicilan mobil, cemas tidak bisa membayar paylater, tidak mampu membeli kopi susu aren, dan rangkaian penyakit eksistensial manusia modern.

Tidak ada yang salah menjadi kaum pekerja di kota besar, bergumul dengan absurditas kehidupan, namun sejauh mana manusia mampu memberi makna pada setiap yang mereka jalani.

Menyadari bahwa ada tanggung jawab yang jauh lebih besar dari sekadar membiarkan kebebasan yang ada dipikir menjustifikasi untuk lari dari realitas kehidupan.

Lebih dari tiga tahun terakhir, rutinitas awal pekan yang kujalani sedikit lebih berat. Harus bangun menjelang waktu Subuh, mempersiapkan segala sesuatu kemudian berangkat ke pool travel untuk melanjutkan perjalanan ke Bandung.

Rutinitas yang aku sendiri sama sekali belum mampu memprediksi akan sampai kapan, tentang jalan panjang yang masih belum terlihat tempat pemberhentiannya.

Read Entire Article