Mengapa Saddam Hussein Ingin Sekali Membunuh Hafez Al-Assad Ayah dari Bashar Al-Assad?

1 month ago 23
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA- Pada akhir 1960-an, Presiden Mesir Gamal Abdel Nasser bertanya kepada orang-orang terdekatnya dengan heran; mengapa kaum Baathis tidak mampu bersatu ketika mereka memerintah Baghdad dan Damaskus?

Ini adalah pertanyaan penting yang merangkum hubungan antara Suriah dan Irak. Partai Baath Arab Sosialis memerintah Irak dan Suriah, dan pada tingkat ide dan pemikiran, Baath berharap akan terjadi kebangkitan nasionalisme Arab sosialis.

Namun, pada tingkat perilaku politik antara Baghdad dan Damaskus, kedua kelompok tersebut saling bertikai.

Dan merupakan keanehan takdir bahwa Saddam Hussein dan Hafez al-Assad sama-sama berasal dari lingkungan pedesaan yang terpencil jauh dari ibu kota dan keduanya berhasil mencapai kursi kepresidenan serta memimpin partai dan kekuasaan setelah kudeta militer, serta menyingkirkan lawan-lawan mereka dengan cara yang sangat kejam.

Mungkin otoritarianisme dan sentralisme dalam pemerintahan inilah yang membuat konflik antara kedua pria ini semakin memanas selama dua dekade berikutnya, ditambah dengan latar belakang agama masing-masing, yaitu Sunni Ba'athis dan Alawi Ba'athis. Latar belakang agama ini tidak diragukan lagi berpengaruh pada perilaku kedua saudara yang berseteru ini!

Konflik Baathis

Baik Irak maupun Suriah berada di bawah pemerintahan faksi-faksi Baathis yang saling bertikai. Banyak warga sipil dan militer di kedua negara menganut ideologi Partai Baath Arab Sosialis yang didirikan Michel Aflaq dan Salah al-Bitar pada akhir 1940-an, dan mereka melihat ideologi tersebut sebagai harapan untuk masa depan.

Meskipun kudeta Baath Suriah pada 1963 sukses dan mereka berhasil merebut kekuasaan, dan di Irak pada 1968, kudeta Partai Baath Suriah kedua yang dipimpin oleh kaum Alawi dengan Hafez al-Assad sebagai pemimpinnya, serta pengejaran mereka terhadap rekan-rekan lama mereka, bahkan termasuk para pendiri partai itu sendiri dengan Michel Aflaq sebagai pemimpinnya, membuat konflik antara Partai Baath Suriah dan Partai Baath Irak semakin memanas dan berkobar.

Read Entire Article