ilustrasi virus.((dok.halodoc))
KEPALA Organisasi Riset Kesehatan sekaligus Peneliti Ahli Utama Virologi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), NiLuh Putu Indi Dharmayanti, mengatakan terdapat perbandingan intensitas penularan virus Nipah (NiV) dari manusia ke manusia.
"Memang kalau di virus nipah yang ditemukan di Malaysia cenderung lebih kurang, sedangkan untuk yang virus nipah yang ditemukan di Banglades dan India cukup tinggi untuk human-to-human transmission (penularan antarmanusia)," kata Indi dalam diskusi Denpasar 12 secara daring, Rabu (4/2).
Indi juga menyoroti mode transmisi virus nipah di Malaysia yang merupakan zoonotik, yakni dari babi ke manusia. Sehingga penularan virus nipah antarmanusia sangat terbatas.
Namun berbeda dengan yang penularan virus nipah di Banglades dan India. Di kedua negara tersebut kelelawar buah sebagai inang utama langsung menularkan virus nipah ke manusia. Selain itu, kasus penularan antarmanusia juga terjadi melalui saliva atau droplet dari pernafasan. Kasus tersebut serupa dengan temuan eksperimental, bahwa virus nipah menunjukkan replikasi yang lebih lambat, tetapi shedding virusnya jauh lebih tinggi.
"Virus nipah di Banglades menyebabkan mortalitas yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan virus nipah virus di Malaysia. Tentu inilah yang membuat implikasi dari keraberagaman genetik virus nipah ini, yang mempengaruhi besarannya, transmisi, respon imun," ujar dia.
Dengan perbedaan jenis virus nipah tersebut juga akan mempengaruhi perbedaan dalam pengembangan vaksin, terapi, kemudian juga diagnosisnya. Sementara itu, Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan kasus virus nipah di Indonesia sampai saat ini belum terkonfirmasi dan pemerintah juga sudah menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor HK.02.02/C/445/2026 tentang Kewaspadaan Terhadap Penyakit Virus Nipah.
"Edukasi penyebaran virus nipah di Indonesia ini perlu didalami dan diantisipasi bukan dalam konteks menyebarkan ketakutan. Tetapi yang paling penting adalah memberikan pemahaman seluas-luasnya kepada masyarakat," kata Rerie sapaan akrabnya.
Dengan begitu diharapkan masyarakat memiliki pengetahuan dan pemangku kepentingan memberikan panduan untuk masyarakat bisa mendapatkan informasi yang tepat dan benar.
"Tentu kepentingan perlindungan dan jaminan kenyamanan masyarakat dalam beraktivitas menjadi hal yang utama. Kita juga berharap sinergi lintas sektor terbentuk," pungkasnya. (Iam/P-3)

1 hour ago
1





















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5438274/original/083064300_1765278633-WhatsApp_Image_2025-12-09_at_17.44.57.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5084452/original/033272000_1736326442-image.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5438118/original/019980900_1765272370-Kebakaran_Cempaka_Baru.jpeg)



:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5436370/original/097242900_1765169457-dante_GLP-1.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5445907/original/092174600_1765867826-BASKET_ADHIB.jpg)





:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/4598231/original/081128000_1696406073-Genshin_Impact_di_Xiaomi_13T.jpg)