GSM: Pendidikan Indonesia Harus Utamakan Fondasi Kemanusiaan

1 month ago 13
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) mengingatkan pemangku kebijakan bahwa sektor pendidikan di Indonesia harus tetap berfokus pada fondasi kemanusiaan, bukan hanya perbaikan teknis. Hal ini disampaikan oleh Muhammad Nur Rizal, Founder GSM, dalam keterangan resminya di Jakarta pada Kamis.

Dalam forum Ngkaji Pendidikan bertema "Human & Education Reset" yang digelar di Yogyakarta, Sabtu (20/12), Rizal menyoroti fenomena "paradoxical world". Di satu sisi, manusia hidup di era kecerdasan buatan dan teknologi maju, namun di sisi lain, keputusan publik kerap mengabaikan data, sains, dan etika.

Rizal menjelaskan bahwa masalah utama adalah ketika manusia menyerahkan proses berpikir kepada mesin, sementara mesin belajar dari data masa lalu manusia yang penuh bias dan kesalahan. Pendidikan yang terlalu fokus pada adaptasi teknologi dapat mengabaikan pelatihan berpikir jernih, membaca realitas, dan mengambil keputusan etis. Akibatnya, kecerdasan meningkat, tetapi kebijaksanaan tertinggal.

Rizal menekankan pentingnya menata ulang sistem pendidikan melalui pendekatan liberal arts, yang berfokus pada pembangunan kerangka berpikir. "Liberal arts bukan kurikulum Barat atau mata pelajaran tambahan. Ia adalah alat untuk memulihkan manusia dalam berpikir, merasa, dan bertindak," tambahnya.

Dia juga menyinggung bagaimana pendidikan saat ini kehilangan dua alat berpikir penting: logika, bahasa, dan retorika, serta rasa keteraturan alam atau numerik dan harmoni alam. Tanpa keduanya, pendidikan berisiko melahirkan individu yang cerdas secara teknis tetapi rapuh secara moral.

Menurut Rizal, gagasan ini selaras dengan pemikiran Ki Hadjar Dewantara yang menempatkan pendidikan sebagai proses untuk menuntun manusia agar utuh dan merdeka, bukan sekadar terampil. "Jika pendidikan terus mencetak manusia pintar tetapi tidak bijak, kita tidak sedang membangun masa depan, melainkan menyiapkan krisis berikutnya," ujar Rizal.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article