BADAN SAR Nasional telah menelusuri informasi yang menyebut adanya pergerakan langkah kaki dari smartwatch milik salah satu korban kecelakaan pesawat ATR 42-500. Aktivitas pergerakan langkah kaki yang terekam itu diduga milik kopilot bernama Farhan Gunawan.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Adapun informasi ini disampaikan dari salah satu orang terdekat korban. Perangkat milik Farhan itu tersambung di perangkat orang terdekat korban. Dalam perangkat itu tercatat penambahan langkah kaki korban selama tiga hari pasca kejadian.
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan sudah memeriksa informasi tersebut kepada pihak keluarga. Pemeriksaan, kata dia, dibantu oleh Polda Sulawesi Selatan.
"Setelah dibuka ternyata rekaman (langkah kaki) itu di beberapa bulan lalu, sewaktu korban masih di Yogyakarta," kata dia...






















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5438274/original/083064300_1765278633-WhatsApp_Image_2025-12-09_at_17.44.57.jpeg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5084452/original/033272000_1736326442-image.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424608/original/098441100_1764148748-ananda_.jpg)


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5445907/original/092174600_1765867826-BASKET_ADHIB.jpg)





:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5424782/original/075037300_1764155424-20251126_092808.jpg)



