WAKIL Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak mengungkapkan adanya persoalan serius dalam pengelolaan anggaran haji, khususnya yang berkaitan dengan dana hasil efisiensi yang selama ini justru berpotensi digunakan untuk kepentingan di luar pelayanan jemaah. Temuan itu mencuat saat Kementerian Haji dan Umrah menyelenggarakan rapat dengar pendapat dengan Komisi VIII DPR.
Dahnil menjelaskan, salah satu pos anggaran yang mengalami efisiensi signifikan adalah pengadaan konsumsi jemaah haji. Tahun ini, biaya konsumsi berhasil ditekan dari 40 riyal menjadi 36 riyal per porsi, dengan peningkatan gramasi nasi dari 150 gram menjadi 170 gram, termasuk porsi lauk. Dari kebijakan tersebut, pemerintah menghemat anggaran lebih dari Rp 123 miliar dari total alokasi konsumsi.
Scroll ke bawah...






















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5438274/original/083064300_1765278633-WhatsApp_Image_2025-12-09_at_17.44.57.jpeg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5084452/original/033272000_1736326442-image.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424608/original/098441100_1764148748-ananda_.jpg)


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5445907/original/092174600_1765867826-BASKET_ADHIB.jpg)





:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5424782/original/075037300_1764155424-20251126_092808.jpg)



