Saat ini istilah tersebut menjadi acuan bagi para pekerja, khususnya dari kalangan Gen Z. Mereka menganggap kehidupan tidak seharusnya dikorbankan penuh hanya untuk bekerja.
Dahulu jabatan manager atau direktur dianggap sebagai simbol kesuksesan seseorang. Akan tetapi, ini tidak berlaku bagi para Gen Z. Menurut sebuah survei Glassdoor Community: 68% gen Z tidak tertarik mengejar posisi tinggi kecuali ada gaji atau jabatan yang benar-benar sepadan.
Fenomena ini dinamakan career minimalis. Ketika individu enggan untuk meraih jabatan tinggi dan lebih mementingkan kehidupan pribadi. Meski menarik, penerapan gaya kerja ini perlu dipertimbangkan dengan matang agar tetap memberikan kepuasan dan perkembangan dalam karier.
Mari pahami gaya career minimalism dalam artikel berikut ini, Ladies.
Apa Itu Career Minimalis?
Dikutip dari The Every Girl, career minimalism merupakan gaya kerja dengan menempatkan pekerjaan sebagai sumber penghasilan, bukan pusat kehidupan. Individu yang menerapkan ini memiliki ambisi dalam minat dan hobi di luar pekerjaan sehingga tidak ingin posisi yang tinggi terutama jika tidak menawarkan work life balance.
Bagi penganut career minimalism, pekerjaan dipandang sebagai salah satu bagian dari hidup. Mereka cenderung membatasi alokasi waktu dan energi untuk pekerjaan agar dapat lebih fokus mengejar hal-hal bermakna di luar rutinitas kerja yang sering kali dianggap melelahkan.
Dilansir Forbes, sikap ini bukan karena kurang ambisi, melainkan karena mereka lebih perhitungan terhadap dampak pekerjaan pada kesehatan mental dan keseimbangan hidup yang diusung dalam konsep career minimalism.
Alasan Banyak Orang Memilih Career Minimalism
Walaupun tidak memiliki jabatan tinggi di kantor. Banyak gen Z yang memilih gaya kerja ini dengan alasan sebagai berikut:
1. Jam kerja lebih teratur
Lewat batasan yang ditetapkan oleh diri sendiri, jam kerja akan dibuat efisien dan tidak buang-buang waktu. Sehingga dapat pulang tenggo tanpa perlu lembur.
2. Punya waktu luang untuk mendalami hobi
Saat jam kerja diatur secara efisien, waktu di luar pekerjaan menjadi lebih banyak. Oleh karena itu, gaya kerja ini memungkinkan individu mendalami hobi.
Keseimbangan hidup antara pekerjaan dan hobi akan membuat diri lebih bahagia dan tenang. Hasilnya Read Entire Article

1 day ago
1





















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5438274/original/083064300_1765278633-WhatsApp_Image_2025-12-09_at_17.44.57.jpeg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5084452/original/033272000_1736326442-image.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424608/original/098441100_1764148748-ananda_.jpg)


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5445907/original/092174600_1765867826-BASKET_ADHIB.jpg)





:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5424782/original/075037300_1764155424-20251126_092808.jpg)



