Kronologi KPK OTT Ketua-Wakil Ketua PN Depok Terkait Suap Sengketa Lahan

2 hours ago 1
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Barang bukti uang Rp 850 juta yang disita KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT) hakim di Depok. Foto: Jonathan Devin/kumparan

KPK telah menetapkan Ketua Pengadilan Negeri Depok, I Wayan Eka Mariarta, dan Wakil Ketua Pengadilan Negeri Depok, Bambang Setyawan, sebagai tersangka dugaan suap dalam perkara sengketa lahan.

Mereka dijerat sebagai tersangka bersama tiga orang lainnya, yakni:

  • Yohansyah Maruanaya (YOH) selaku juru sita di PN Depok;

  • Trisnadi Yulrisman (TRI) selaku Direktur Utama PT Karabha Digdaya (KD); dan

  • Berliana Tri Kusuma (BER) selaku Head Corporate Legal PT KD.

Pihak PT KD diduga menyuap aparatur PN Depok agar lahan sengketa yang telah dimenangkan mereka dapat segera dieksekusi.

Jumpa pers terkait operasi tangkap tangan (OTT) KPK terhadap hakim di Depok. Foto: Jonathan Devin/kumparan

Sedianya, Wayan dan Bambang meminta uang Rp1 miliar. Permintaan itu disampaikan melalui Yohansyah selaku penghubung dengan PT KD. Namun, PT KD tidak menyanggupinya sehingga tarif akhirnya disepakati sebesar Rp850 juta.

Kasus ini diungkap KPK melalui operasi tangkap tangan (OTT) pada Kamis (5/2). Dalam operasi senyap tersebut sempat terjadi kejar-kejaran. Berikut kronologinya:

Pukul 04.00 WIB

KPK mendapat informasi adanya penyerahan uang yang akan dilakukan oleh pihak PT KD kepada aparatur PN Depok.

"Jadi tim sudah bersiap sejak dini hari, namun kemudian ditunggu sampai pagi, belum juga dilakukan penyerahan," kata juru bicara KPK, Budi Prasetyo, dalam jumpa pers, Jumat (6/2).

Pukul 13.39 WIB

Pada siang hari, KPK mulai membuntuti staf keuangan PT KD berinisial ALF. Saat itu, ALF sedang mengambil uang Rp850 juta di salah satu bank di kawasan Cibinong, Kabupaten Bogor.

Uang tersebut akan digunakan untuk menyuap Wayan dan Bambang.

Pada saat yang bersamaan, KPK juga memantau pergerakan Trisnadi di kantor PT KD dan Yohansyah di PN Depok.

Pukul 14.36 WIB

Pegawai PT KD berinisial AND kemudian membawa uang Rp850 juta yang akan diserahkan. Pada saat bersamaan, Berliana bersama seorang pegawai PT KD lainnya juga sedang dalam perjalanan menuju lokasi penyerahan uang.

"Jadi nanti akan ada dua mobil dari pihak PT KD," ungkap Budi.

Tak berselang lama, mobil yang ditumpangi Yohansyah bergerak dari PN Depok menuju lokasi yang sama.

"Ketiga mobil tersebut terpantau berada di lokasi yang sama, yaitu di Emerald Golf Tapos," jelasnya.

Pukul 18.39 WIB

KPK masih terus melakukan pemantauan terhadap pergerakan kendaraan tersebut.

Pukul 19.00 WIB

Terjadi penyerahan uang dari pihak PT KD kepada Yohansyah yang menjadi perpanjangan tangan Wayan dan Bambang.

"Terjadi penyerahan uang dari pihak PT KD kepada pihak PN Depok, dalam hal ini YOH, lalu diamankan oleh tim," kata Budi.

Budi menyebut, sebelum diamankan sempat terjadi kejar-kejaran.

"Ini sebelum diamankan juga sempat terjadi pengejaran. Karena mungkin sudah cukup gelap, tim sempat kehilangan kendaraan dari PN Depok yang kemudian berhasil diamankan setelah beberapa menit dilakukan pengejaran," paparnya.

Read Entire Article