REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON – Rekaman audio bagian dari arsip predator seksual Jeffrey Epstein mengungkapkan kekayaan yang diperoleh mantan perdana menteri Inggris Tony Blair sebagai konsultan. Tony Blair baru-baru ini disebut masuk dalam dewan eksekutif Dewan Perdamaian alias Board of Peace (BoP) bikinan Presiden AS Donald Trump.
Rekaman tersebut, yang dirilis oleh Departemen Kehakiman AS sebagai bagian dari rangkaian file investigasi terkait Epstein tampaknya berasal dari awal tahun 2013. Dilaporkan Aljazirah, nama Tony Blair disebutkan dalam rekaman percakapan pribadi antara Jeffrey Epstein dan mantan Perdana Menteri Israel Ehud Barak. Mereka membahas bayaran besar yang didapat Blair setelah ia tak lagi menjabat perdana menteri Inggris.
Dalam rekaman itu, Blair disebut mendapat bayaran raksasa dari aktivitasnya menjadi konsultan untuk negara-negara dan organisasi dunia. Ia merujuk pada apa yang dia dengar tentang Blair yang mendapat penghasilan sekitar 11 juta dolar AS per tahun karena memberikan nasihat kepada pemerintahan Kazakhstan.
Angka itu dibantah Epstein namun masih dianggap sebagai bagian dari pola “angka raksasa” yang lebih luas. Epstein kemudian menyatakan bahwa dia mendengar pembayaran seperti “5 juta dolar AS di sini, 10 juta dolar AS di sana,” sambil mengungkapkan keraguan bahwa Blair secara pribadi menahan semuanya. Barak berspekulasi bahwa sebagian dana mungkin masuk ke perantara atau “penyedia.”
Meskipun tidak ada dokumentasi dalam audio yang mendukung angka-angka yang dibahas, percakapan tersebut telah menghidupkan kembali kekhawatiran lama tentang bagaimana mantan pemimpin Barat memonetisasi modal politik—terutama ketika jaringan tersebut bersinggungan dengan tokoh politik Israel.
Setelah meninggalkan jabatannya pada tahun 2007, Blair mendirikan Tony Blair Associates, yang memberikan layanan konsultasi kepada pemerintah dan klien korporat. Seperti dilansir The Guardian dan dirujuk oleh Aljazirah, perusahaan tersebut menandatangani kesepakatan pada tahun 2011 untuk memberikan nasihat kepada pemerintah Kazakhstan—beberapa bulan setelah terpilihnya kembali Presiden Nursultan Nazarbayev yang kontroversial dan tidak lama sebelum pasukan keamanan membunuh pengunjuk rasa selama kerusuhan.
Blair kemudian menutup perusahaan tersebut dan mendirikan Tony Blair Institute for Global Change, yang menampilkan dirinya sebagai organisasi nirlaba yang membantu pemerintah melakukan reformasi.
Menanggapi audio Epstein, juru bicara Blair menolak angka tersebut dan menyebutnya sebagai “sampah.” Ia bersikeras bahwa pembayaran untuk Kazakhstan diberikan kepada organisasi yang mempekerjakan banyak staf dan tidak terkait dengan lobi atau komunikasi. Juru bicara tersebut juga menegaskan bahwa Blair hanya bertemu Epstein sekali, secara singkat, pada 2002.
Meskipun Blair sendiri menyangkal adanya hubungan apapun dengan Epstein setelah pertemuan tersebut, rilis dokumen yang sama telah menempatkan fokus baru pada sekutu politik dekatnya Peter Mandelson, yang kini sedang diselidiki secara kriminal oleh Polisi Metropolitan London.
Menurut laporan The New York Times, Mandelson—seorang arsitek utama Partai Buruh Baru dan tokoh sentral dalam kebangkitan Blair—menghadapi tuduhan pelanggaran di kantor publik karena berbagi informasi keuangan dan politik yang sensitif dengan Epstein saat bertugas di pemerintahan.
Email yang dirilis menunjukkan bahwa Mandelson meneruskan dokumen rahasia terkait penjualan aset, negosiasi dana talangan, dan kebijakan perbankan ke Epstein selama krisis keuangan 2008–2009. Korespondensi lain menunjukkan Epstein menasihati Mandelson mengenai manuver internal Partai Buruh, termasuk upaya untuk menekan Perdana Menteri Gordon Brown agar mengundurkan diri.
Munculnya kembali kontroversi-kontroversi ini terjadi pada saat yang sensitif secara politik. Blair baru-baru ini ditunjuk oleh Donald Trump sebagai anggota eksekutif pendiri “Dewan Perdamaian,” yang bertugas mengawasi pemerintahan dan rekonstruksi di Gaza berdasarkan rencana yang didukung AS.
Penunjukan ini menuai kritik tajam di Timur Tengah dan Inggris. Blair masih banyak dikaitkan dengan perang Irak, yang mengakibatkan ratusan ribu kematian, dan sering dicap sebagai penjahat perang oleh para kritikus.
Bagi banyak warga Palestina dan pengamat, keterlibatan Blair dalam pemerintahan masa depan Gaza. Terlebih mengingat kedekatannya yang sudah lama terdokumentasikan dengan para pemimpin Israel.

11 hours ago
6





















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5438274/original/083064300_1765278633-WhatsApp_Image_2025-12-09_at_17.44.57.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5084452/original/033272000_1736326442-image.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5438118/original/019980900_1765272370-Kebakaran_Cempaka_Baru.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5436370/original/097242900_1765169457-dante_GLP-1.jpeg)



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5445907/original/092174600_1765867826-BASKET_ADHIB.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457221/original/003005000_1766991413-Mobile_Legends.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/4598231/original/081128000_1696406073-Genshin_Impact_di_Xiaomi_13T.jpg)

